Catatan Petugas Haji 2025: Melukis Cerita dari Syib Amir hingga Armuzna

 


Judul           Catatan Petugas Haji 2025: Melukis Cerita dari Syib Amir hingga Armuzna

Penulis        : Hj. Shofatus Shodiqoh, S.Sos.

Editor          : Moh Khoeron, Muhammad Yunus, Indah Limy, Dodo Murtadho

Design         : Ahsyara Design

Tebal            : 400 hal  

Harga           : Rp 125.000,- 

Sinopsis       : 

Catatan Petugas Haji 2025: Melukis Cerita dari Syib Amir hingga Armuzna bukan sekadar kumpulan laporan perjalanan, melainkan mozaik kisah nyata yang merekam denyut penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Tanah Suci. Ditulis dari sudut pandang seorang petugas haji yang terjun langsung di lapangan, buku ini mengajak pembaca menyaksikan sisi lain ibadah haji yang jarang terekspos. 

Melalui rangkaian catatan harian, pembaca diajak menelusuri berbagai peristiwa penting sejak kedatangan jemaah di Madinah dan Makkah, layanan bus Shalawat di Terminal Syib Amir, transformasi layanan berbasis syarikah, hingga puncak pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Setiap kisah menghadirkan pengalaman autentik tentang bagaimana ribuan petugas bekerja tanpa lelah untuk memastikan jutaan langkah jemaah berlangsung aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Lebih dari sekadar membahas sistem pelayanan, buku ini juga menyimpan kisah-kisah yang menghangatkan hati: perjuangan pedagang bakso yang menabung selama puluhan tahun demi berhaji, perhatian kepada jemaah lansia dan penyandang disabilitas, kepedulian sederhana yang lahir dari sepasang gunting untuk tahallul, hingga kerja senyap para petugas di balik distribusi konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan jemaah. Semua dirangkai dalam narasi yang humanis, reflektif, dan penuh makna. 

Dengan bahasa yang ringan namun mendalam, buku ini menjadi dokumentasi berharga tentang wajah penyelenggaraan Haji 2025 sekaligus penghormatan kepada para petugas yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan hati untuk melayani tamu-tamu Allah. Sebuah bacaan inspiratif yang memperlihatkan bahwa di balik setiap perjalanan suci, selalu ada kisah pengabdian, ketulusan, dan kemanusiaan yang layak dikenang.


 

Komentar